Sudah Saatnya Riset untuk di Implementasi

By | March 23, 2017

Sudah Saatnya Riset untuk di Implementasi
Riset bukan lagi berakhir pada publikasi, tetapi riset harus berujung pada inovasi yang kemudian bisa bernilai penting untuk masyarakat agar dapat dimanfaatkan dan dikomersialkan, karena riset menjadi salah satu harapan untuk meraih keberhasilan dan menjaga momentum bagi Indonesia di masa depan.
Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, pada peluncuran kegiatan USAID’s Sustainable Higher Education Research Alliances Program (USAID SHERA) dalam bentuk hibah penelitian untuk lima perguruan tinggi di Indonesia, bertempat di Auditorium Gedung Kemenristekdikti, Jakarta, Selasa (21/3).
Menristekdikti, M. Nasir mengatakan, CCR atau Center for Collaborative Research menjadi sangat penting karena kerja sama ini merupakan kepercayaan dari Amerika Serikat melalui USAID SHERA akan kemampuan periset Indonesia untuk menjadi pengelola di bidang teknis maupun manajerial.
“Saya sangat mendukung kerja sama internasional seperti ini, SDM kita luar biasa banyak,  kita harus membuktikan kepada dunia bahwa peneliti dan inovator Indonesia juga mampu memimpin dan mengelola riset yang menghasilkan penelitian kelas dunia,” ujar Menteri Nasir di sela-sela sambutannya.
Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im menyampaikan pada laporannya, USAID SHERA merupakan program kemitraan penelitian antar perguruan tinggi untuk jangka waktu lima tahun, dan bertujuan meningkatkan kapasitas penelitian di perguruan tinggi Indonesia yang kondusif, berkualitas, produktivitas dan kesejahteraan Indonesia.
“USAID SHERA bekerja sama dengan Kemenristekdikti dan  23 perguruan tinggi di Indonesia, baik  negeri maupun swasta, yang tersebar mulai  dari Aceh hingga Papua, dan 8 perguruan tinggi di Amerika Serikat,” ucap Sesjen Ainun.
Adapun topik di lima PTN yang menjadi koordinator sekaligus pemenang program USAID SHERA didasarkan pada prioritas penelitian di Indonesia, yaitu; (i) Universitas Indonesia (UI) untuk topik Urban Development and Planning, (ii) Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk topik Innovative Technologies, (iii) Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk topik Public Health and Infection Disease, (iv) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk topik Environment, Energy and Maritime Sciences, dan (v) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk topik Food Security and Self Sufficiency.
Wakil Duta Besar Amerika Serikat, Brian McFeeters menjelaskan, pembentukan kerja sama melalui Center for Collaborative Research (CCR) ini akan sangat membantu untuk mengembangkan, membina, dan mempertahankan penelitian di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi antara Indonesia dan Amerika Serikat.
“Kemitraan antara lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat dan Indonesia akan mempertemukan para ilmuwan Indonesia dan AS untuk melakukan penelitian kelas dunia, dan diharapkan akan meningkatkan kemampuan peneliti dan daya dukung lingkungan penelitian di Indonesia,” kata Wadubes AS, Brian McFeeters.
Kemenristekdikti akan terus mengawal kerja sama internasional yang baik ini sebagai langkah maju dalam meningkatkan pembangunan dan daya saing bangsa Indonesia kedepannya. (ard)

Riset bukan lagi berakhir pada publikasi, tetapi riset harus berujung pada inovasi yang kemudian bisa bernilai penting untuk masyarakat agar dapat dimanfaatkan dan dikomersialkan, karena riset menjadi salah satu harapan untuk meraih keberhasilan dan menjaga momentum bagi Indonesia di masa depan. Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, pada peluncuran […]

Sumber
Penulis : ardian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *